Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. "Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara
TakLebih Berharga dari Sehelai Sayap Nyamuk! Login. Prayer. Quran. Live. Content. Share عَلَيْكُمْ "Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada
inilahhakikat dunia, tidak lebih dari saya sayap seekor nyamuk, akan tetapi dunia selalu menyita waktu dan pikiran kita sehingga kita lalai terhadap kehidupan akhirat kita, dunia juga merupakan cobaan untuk menguji siapa hamba Allah yang beriman dan siapa yang tidak, (QS. Al Kahfi : 7 dan QS. Al Mulk : 2)
Nyamukini juga tiga kali lebih panjang dibanding nyamuk satu spesiesnya, holorusia mikado yang memiliki bentang sayap 8 centimeter dan ditemukan di Jepan pada 1876. Setelah menangkap nyamuk itu dan melakukan riset secara daring, Zhao, yang sudah mengumpulkan spesimen spesies ini selama lebih dari satu dekade, memastikan nyamuk temuannya adalah
ProfilTim Grup E Piala Dunia 2022: Jepang Dikepung Raksasa. Dalam pertandingan yang berlangsung di Ahmad bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar, Rabu (15/6/2022), Kosta Rika menang 1-0 dan berhak menjadi tim terakhir yang memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2022. Gol kemenangan Kosta Rka dicetak oleh Joel Campbell.
Rasulullahjuga menyebutkan bahwa nikmat dunia itu tak lebih berharga dari sayap nyamuk. abadi. Suka atau tidak suka. Harta kita, istri kita yang cantik, kendaraan-kendaraan kita. Semua akan ditinggalkan di dunia ini. Dunia ini tidak ada keadaan yang bisa dikatakan benar-benar bahagia atau sebaliknya betul-betul sedih. Begitulah hidup yang
KaosDistro - Dunia Tidak Lebih Berharga Dari Sayap Nyamuk. Kaos Muslim di 3:47 AM KAOS DISTRO, "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir" (HR. Muslim) Dari Amr bin 'Auf radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
KaosDistro - Dunia Tidak Lebih Berharga Dari Sayap Nyamuk. Seo Exos di 03.47 KAOS DISTRO, "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir" (HR. Muslim) Dari Amr bin 'Auf radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
bYeTvE. Sayap Nyamuk = Isi Dunia? abunahwa Malam hari penulis tidurnya tidurnya terganggu dengan banyaknya nyamuk, jika ada langsung ada nyamuk gigit langsung saja digebuk. Alhamdulilah sampai 10 bisa mematikan nayamuk dengan senyum kebanggaan, apalagi jika menggigit anak-anak dan istri kayaknya dendam membara. Seperti kaya satpam pokoknya nyamuk jangan sampai menyentuh kekulit istri atau anak. Jika terdengar suara nyamuk, langsung di kejar sampai keatas kebawah, sampai-sampai penulis membeli raket nyamuk bukan raket badminton, untuk menggebuk nyamuk seharga 40 ribu dengan gembira sambil mengatakan mampus mati nyamuk dan bau terbakar nyamuk dengan puasnya. Kadang malah mengorbankan tidak sholat qiyamullail, atau ketiduran tidak sholat subuh, gara-gara anak rewel banyak nyamuk jadi ketiduran sampai siang. Dengan bangganya laporan sama istri tadi malam saya telah mematikan nyamuk 10 ekor, seolah-olah menunjukkan tanggung jwab sebagai seorang suami bagi keluarga dan menunjukkan betapa sayangnya kepada keluarga. Dengan bangganya istri memuji itu baru suami yang sholeh salah kaprah kali?. Esok harinya dengan semangat membara sore jam 5 terus semprot baygon sampia dapati 30-50 an nyamuk jatuh kelantai, sampai-sampai takut Cuma pingsan, disapu dan di tekan dengan jari sampai mampus keluar darah, ini darahku yang di gigit semalaman. Bahkan diantara kita ada sampai-sampai melindungi tempat tidur dengan kelambu atau memasang AC terus di tutupi semua dengan kain kasa agar nyamuk tidak masuk. Saudaraku nyamuk kalau menggigit Cuma berapa darah yang diambil, kok kita dengan emosinya langsung balas membunuhnya. Betapa pelitnya kita untuk mengasih darah yang tidak sebanding dengan tetesan air yang jatuh dengan di tengah lautan. Dan nyamuk terdiri dari beberapa bagian tubuh ada kepala sayap dan ekornya. Kadang nyamuk seperti nyamuk demam berdarah kadang mematikan. Penulis saat mau sholat subuh merenung ingat ada hadist Nabi bahwa dunia bagaikan sayap nyamuk. Rasulullah saw. bersabda, “Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia.” HR. Tirmidzi Begitu mudahnya Allah memperumakan kehidupan sehari-hari kita diganggu oleh nyamuk sekali lagi sayapnya nyamuk itu seperti isi dunia. Bayangkan jika semalaman tiap hari kita terganggu dengan nyamuk kita membancinya seperti membenci dunia jangan sampai pesona dunia membuat kita lupa dengan pesona akherat atau surga yang abadi. Ketahuilah, bahwa sesunguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamnya mengagumkan para petani kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirtat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta kerihaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu al-Hadid [57];20 Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal nya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal nya al-Nazi’at [79];37-41 Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat al-Ali Imran [3];52 Barangsiapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu dan barang siapa menghendaki pahala akhirat. Kami berikan pula pahala akhirat itu al-Ali Imran [3]145 Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada ada baginya suatu kebahagian di akherat QS. Al-Syura [42]20 Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan tidak percaya akan pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan Yunus [10];7-8 Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti al-A’raf [7];169 Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kiamu memahaminya al-An’nam [6];32 Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi al-Munafiqun [63];9 Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami coba mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal al-Thaha [20]131 Dan bacakan kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami pengetahuan tentang isi al-kitab, kemudian di melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan sampai ia tergoda, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguahnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaanya seperti anjing jika kamu menghalaunya di ulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berpikir al-A’raf [7]175-176 Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui al-Ankabut [29]64 Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, Maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal apakah kamu tidak memahaminya al_qashash [28] 60 Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada kesenangan-kesenangan yang diperoleh daripada wanita anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda yang bagus, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah yang merupakan kesenangan keduniaan. Dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik Ali Imran [3]; 14 Sesungguhanya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal Ghafir39 Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit lalu tumbuhlah dengan seburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan memakai pula perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami diwaktu malam atau siang, lalu Kami jadikan tanaman-tanamanya bagaikan tanaman-tanaman uang sudah di sabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kamikepada orang-orang yang berpikir. Allah menyeru manusia keDarussalam surga dan menunjuki orang yang dikehendaki –Nya kepada jalan yanglurus Islam Yunus 24-25 Dan berilah perumpamaan kepada mereka manusia kehidupan dunia adalah bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan angin. Dan adalah Allah Mahakuasa atas segalan sesuatu. Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya disisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan al-Kahfi 45-46 Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini, yaitu ; wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah-Lah tempat kembali yang baik surga. Katakanlah,”Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, pada sisi Rabb mereka ada surga yang mengalir Dan, mereka dikaruniai istri-istri yang disucikan serta kerihaan Allah. Dan, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya Ali Imran; 14-15 ….Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan didunia itu dibanding dengan kehidupan akhirat, hanya kesenangan yang sedikit” ar-Ra’d 26 Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dengan dan senja hari dengan mengharap keridhaan Keridhoaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hwa nafsunya dan adalah keadaanya itu melewati batas al_Kahfi [18] 28 Terhadap orang yang merasa tenteram dengan kehidupan dunia dan lalai kepada ayat-ayat-Nya serta tidak mengharap perjumpaan dengan-Nya sebagai berikut Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan tidak percaya akan pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu tempatnya adalah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan Yunus 7-8 “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila di katakan kepada kamu,”Barangkatlah untuk berperang fi sabilillah,’Kami merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup didunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akherat hanya sedikit at-Taubah38 Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu, dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu. at-Takatsur 1-5 Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah Fathir 5 Sebesar kecintaan hambanya terhadap kehidupan dunia sebesar itulah kadar keberatannya untuk menaati Allah dan mencari kehidupan akherat. Dan sejumlah ayat berikut ini cukuplah untuk menjadikan kita zuhud terhadap dunia Dan ingatlah akan hari yang diwaktu itu Allah mengumpulkan mereka , mereka merasa di hari itu seakan-akan mereka tidak pernah berdiam didunia hanya sesaat saja di siang hari, diwaktu itu mereka saling berkenalan Yunus 45 Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpah orang-orang yang berdosa, “Mereka tidak berdiam dalam kubur, melainkan saat saja. Seperti demikianlah mreka selalu di palingkan dari kebenaran. Dan berkata orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan dan keimanan kepada orang-orang yuang kafir Sesungguhnya kamu telah berdiam dalam kubur menurut ketetapan Allah sampai hari-hari berbangkit maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak me-yakininya AR-Ruum 55-56 Pada hari kiamat melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal didunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi an_Naazi’aat 46 Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan azab bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka merasa seolah-olah tidak tinggal di dunia melainkan sesaat pada siang hari. Inilah suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. Al Ahqaaf 46 Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, Kami tinggal dibumi sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang yang menghitung, Allah berfirman, Kamu tidak tinggal dibumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengerhui “ al-Muminun 112-114 Orang-orang kafir bertanya kepadamu Muhammad tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu sehingga dapat menyebutkan waktunya? Kapada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya ketentuan waktunya. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya hari berbangkit. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal Didunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi hari an-Nazi’at 42-46 Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu, dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu. at-Takatsur 1-5 Allah ya Roob. Begitu Coba bayangkan kenapa kita tidak berpikir panjang langsung membunuh nyamuk. Bagaiaman jika dunia seperti sayap nyamuk kita tidak berpikir panjang bunuh dan bunuh. Bagitu besarnya Allah sayangnya sama kita muslim dibandingkan dengan orang-orang kafir, mana ada orang kafir, Allah swt mengingatkan sayap nyamuk seperti dunia. Begitu bodohnya kita sudah di kasih hidup pernahkan kita membayangkan jika kita dihidupkan menjadi nyamuk, atau menjadi batu? Tidak pernah merasakan jadi manusia yang bisa makan dan minum, nonton bola, badminton? Atau pernah enggak kita membayangkan kita menjadi orang-orang kafir yang tidak sama sekali tidak dikasih hidayah sama Allah dan di masukkan di neraka selama-lamanya. Padahal bagaimana tidak sayangnya Allah pada orang Islam. Contaoh kecil saja bangun pagi dan sholat sunnah saja dapat lebih baik dari isi dunia? Allahu Akbar sayang seribu sayang jika kita masih melalaikan, waktu yang sudah terjadi tidak bisa di ganti didunia dan akherat saudaraku Ya Allah ampunilah dosa hambamu ini yang tidak memanfaatkan potensi secara maksimal, untuk menjaga kelauragaku dari godaan dunia. Coba bila kita melakukan tiap hari tindakan preventif pencegahan agar nyamuk tidak masuk kekamar kita seperti membuat kelambu, memakai ruangan AC sama dilakukan dengan mencegah terpesonanya dunia kita, istri dan anak. Betapa murkanya Allah sudah mempermumakan nyamuk makluk rendah masih begitu antuias mengejar nyamuk kadang sampai 6-10 jam sehari. Abu Nahwa
Desember 17, 2012 Dunia ini tak lebih berharga daripada sebelah sayap nyamuk bermula dari kisah terbunuhnya Namrudz Laknatullah Alaih. Ketika dia menantang Allah Subhanahu wata’ala untuk mendatangkan bala tentara untuk menghancurkan kerajaannya, maka oleh Allah hanya dikirim padanya seekor nyamuk betina yang sedang hamil untuk menghancurkan Namrudz. Nyamuk betina tersebut pada akhirnya berhasil membunuh Namrudz dengan cara dia masuk ke telinga Namrudz terus sampai ke dalam kepada Namrudz. Akan tetapi, dalam tugas itu, sebelah sayapnya patah. Maka, setelah sempurnya tugasnya membunuh Namrudz, nyamuk ini menolak tawaran dari Allah Subhanahu wata’ala berupa dunia dan segala perhiasannya. Ia hanyalah meminta kepada Allah Subhanahu wata’ala agar mengembalikan sebelah sayapnya yang patah. Itu saja…. [] M. Rifan Fajrin guru sekolah dasar yang biasa-biasa saja, tidak mengagumkan, tapi bahagia.
Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh… BismillahirRahmanirRahim… Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul junjungan; Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dunia ini tidak lebih baik dari seekor nyamuk! Sahabat fillah… Mungkin Kita bersungut-sungut ketika membaca kalimat di atas. Benarkah dunia yang sebegitu besar dan indahnya lebih hina dari seekor nyamuk?… Makhluk yang sering kita pandang tak berharga itu?… Makhluk kecil yang sering mengusik ketenangan kita. Ternyata ia mengalahkan kemegahan dan kebesaran dunia. Apa pasal?… Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menyamakan persepsi terlebih dahulu. Sahabat fillah… Sebagaimana sudah maklum, bahwa pandangan orang terhadap dunia itu berbeda-beda. Di satu sisi, orang memandang dunia ini adalah surga’, namun di sisi lain orang memandang dunia sekadar mampir ngombe saja. Perbedaan pandang ini bertolak dari perbedaan cara memahami makna kehidupan dunia itu sendiri. ** Yang pertama mengartikan kehidupan dunia dengan kesenangan dan foya-foya. ** Sedangkan yang kedua mengartikan kehidupan dunia ini sebagai ladang amal dan ibadah. Jika yang pertama, mereka akan berbuat apa saja demi tercapainya cita-cita, tanpa menghormati nilai-nilai kemanusian, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Tipu, dusta, manipulasi, kolusi, dan korupsi adalah makanan’ sehari-hari. Bahkan membunuh pun bukanlah barang baru’. Mereka inilah sekumpulan orang yang tidak bernurani dan ingin menang sendiri. Orang yang hatinya telah mati dan tidak mengenal kasih sayang, yang kerjaannya hanya memperturutkan hawa nafsu belaka. Maka yang kedua adalah orang-orang berhati lembut, penuh kasih sayang, dan bernurani sehat. Sejatinya, yang menjadikan nilai dunia lebih rendah dari nyamuk bukanlah karena dunia itu lebih jelek dari segi penciptaannya daripada nyamuk. Bukan, bukan karena itu. Sebab kalau dari sisi ini jelas dunia jauh lebih bernilai. Apa yang ada di dunia adalah semata-mata karunia dan nikmat dari Allah, Sang Pencipta. Gunung, lautan, matahari, bulan, bintang, dan seterusnya adalah pemberian yang wajib disyukuri. Dan tanpa diragukan lagi, semua itu jauh lebih baik dan berharga dibanding nyamuk. Tetapi yang menjadikan nilai dunia ini lebih rendah dari nyamuk adalah dikarenakan polah dan tingkah laku manusia itu sendiri. Lalu apa hubungannya dengan soalan ini?… Ya jelas ada hubungannya, karena manusia adalah pemakmur dan penanggung jawab bumi. Terlebih-lebih mayoritas penduduk bumi berjenis manusia pertama, sebagaimana diuraikan di atas. Jadi, kesimpulannya adalah tingkah laku manusia itu lebih hina dan rendah dari pada tingkah laku nyamuk. عن سهل بن سعد قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ، مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ. ** Dari Sahl bin Sa’ad berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda, “Seandainya dunia ini sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Allah. Niscaya Ia tidak akan memberikan minuman dari dunia itu kepada orang kafir, meskipun hanya seteguk air” HR. Tirmidzi. Syeikh Albani menshahihkan hadist ini. Tapi, bagaimana mungkin manusia bisa lebih hina dan rendah daripada nyamuk?… Bukankah manusia diberi kelebihan akal, sedangkan nyamuk tidak?… Justru, di sinilah letak pokok persoalannya. Jika memang manusia memiliki akal, kenapa ia mengganggu yang lain?… Kenapa buang sampah sembarangan, misalnya?… Kenapa pula merokok di sembarang tempat, bukankah ia punya mata, kenapa tidak digunakan?… Lalu kenapa juga ada penebangan liar, perusakan alam dan pemusnahan satwa?… Bukankah kerusakan yang terjadi di bumi ini sebagian besar adalah ulah tangan manusia?… Bukankah error-nya ekosistem itu juga disebabkan manusia?… Belum lagi kerusakan moral maaf pembunuhan, pemerkosaan, pemerasan, penganiayaan, pencurian, dan seterusnya. Bukankah itu juga tingkah laku manusia?… Ya, memang, kerusakan itu manusialah biang keladinya. ** Sungguh benar apa yang diberitakan Al-Qur`an. ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” ar-Rûm [30] 41. Itu pun masih ditambahi penyimpangan-penyimpangan agama yang dilakukan manusia. Kemusyrikan di mana-di mana. Kedustaan sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan larangan-larangan agama pun dianggap sepele. Lalu di mana akal manusia?… Di mana pula mata dan telinganya?… Kenapa tidak digunakan?… Pantaslah memang, jika manusia menjadi lebih hina dan rendah daripada nyamuk. Tingkah lakunya saja sudah tidak mencerminkan sisi kemanusiaan. Jika hal itu dilakukan oleh binatang kita bisa memaklumi, karena binatang tidak berakal. Kalau manusia?… Adakah pembelaan yang pantas bagi orang yang tidak mau menggunakkan akalnya?… Maka Allah mencela orang yang tidak mau menggunakan akalnya, bahkan menyebutnya lebih sesat dari binatang. وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ “Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai” al-A’râf [7] 179. Sahabat fillah… Itulah tingkah laku manusia jika tidak ada keimanan di dalam dadanya. Iman akan mengikat batin manusia dengan Sang Pencipta, membuat hidupnya serasi dan seimbang antara tampilan luar dan dalamnya. Manakala hati kosong dari cahaya ilahi, manusia menjadi tidak terkendali. Sebab tidak ada pengikat antara dirinya dan Tuhannya. Itulah hal paling mendasar kenapa manusia seringkali tidak punya nurani. Alih-alih menunaikan hak orang lain, hak dirinya yang asasi saja ia abaikan. Yang terpikirkan olehnya adalah bagaimana hidup senang. Hanya ada nafsu dalam benaknya. Kecintaannya kepada dunia telah membuat mata hatinya buta. Meskipun cahaya petunjuk terang benderang di depan matanya, ia tidak akan melihatnya. Tidak ada ketaatan dan kebaktian. Yang ada hanya ketamakan dan kerakusan. Inilah alasan kenapa Allah Azza wa Jalla memandang dunia ini hina, lebih rendah dari sayap nyamuk. Berikut ini alasan kenapa dunia disifati dengan kehinaan. • Kecintaan seseorang kepada dunia akan membuatnya mengagungkan dunia, padahal ia rendah di sisi Allah. Dan di antara dosa-dosa besar adalah mengagungkan sesuatu yang dianggap-Nya rendah. • Kecintaan seseorang terhadap dunia akan menjadikan tujuan hidupnya untuk dunia semata, sehingga ia akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya. Bahkan sarana yang seharusnya ditujukan untuk mencari keridhaan Allah dan akhirat pun ia tujukan untuk dunianya. Akibatnya, semuanya menjadi terbalik, dan hatinya menjadi berbalik arah ke belakang. • Kecintaan kepada dunia juga akan menghalangi seseorang melakukan amalan yang akan bermanfaat baginya di akhirat, karena ia terlalu sibuk oleh dunia yang dicintainya. • Kecintaan kepada dunia juga akan menjadikan seseorang terlalu bergantung pada dunia. Padahal seberat-berat siksa adalah karena dunia. Jika kecintaan itu menjadikan seseorang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat, maka ia termasuk sebodoh-bodoh manusia. Sebab ia mendahulukan kehidupan yang semu dari kehidupan yang hakiki. Hadaanallahu waiyyakum ajma’in Wallahu’alam bishshawab … Semoga bermanfaat …^_^ Salam santun ukhuwah fillah … Rita Al-Khansa * Sumber Ust. Abu Hasan Abdillah, BA., MA. Rita Al-Khansa Editor