KABARWONOSOBO - Lagu 'Sepanjang Hidup' yang dipopulerkan oleh penyanyi religi bernama Maher Zain. Lagu ini menjadi salah satu lagu yang populer diperdengarkan saat bulan suci Ramadhan tiba.. Sepanjang Hidup dipulikasikan melalui akun YouTube Awakening Music pada 27 September 2011. Baca Juga: Lirik dan Terjemahan Lagu 'Ramadan' - Maher Zain, Penyanyi Religi Asal Swedia Berikutini chord gitar dan lirik lagu Sepanjang Hidup - Maher Zain lengkap dengan video klipnya Lirik Lagu Ada Band - Manusia Bodoh + Dahulu terasa indah Tak ingin lupakan Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis Tiada yang salah Hanya aku manusia bodoh Yang biarkan semua ini permainkanku Berulang ulang kali Reff : Mencoba bertahan sekuat hati Layaknya karang yang dihempas sang ombak Jalani hidup dalam buai belaka Serahkan cinta tulus di dalam takdir Tak ayal tingkah lakumu Buatku MaherZain - Insha Allah (Feat. Fadly Padi) Maher Zain - Allahi Allah Kiya Karoi (Feat. Irfan Makk) Maher Zain - The Chosen One. Maher Zain - Thank You Allah. Maher Zain - Sepanjang Hidup. Maher Zain - Salam Alayka. Maher Zain - Palestine Will Be Free. Maher Zain - Open Indah Dewi Pertiwi - Kisah Yang Salah. Waktu - Bilang Sama Aku. D'Masiv m3aKMsk. NAMA Maher Zain dikenal sebagai musisi yang beragama Islam. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ternyata Maher merupakan seorang mualaf. Asal dari Swedia Maher Mustafa Maher Zain bahasa Arab ماهر زين – lahir di Tripoli, Lebanon, 16 Juli 1981; umur 34 tahun. Ia adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser musik asal Swedia berdarah Lebanon. Dari banyaknya penggemar di halaman facebooknya, Maher Zain menjadi bintang dalam musik Islam modern. Ia Merilis album perdananya berjudul Thank You Allah tahun 2009 oleh Awakening Records dan menjadi album yang sukses sekaligus mengangkat kembali pamor musik Islam di dunia. Album keduanya yang berjudul Forgive Me dirilis tahun 2012 oleh label yang sama. Keluarga Maher pindah ke Swedia ketika ia berumur 8 tahun. Ia menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana dalam bidang Teknik penerbangan. Setelah lulus, Maher memasuki industri musik di Swedia dan bekerja dengan Nadir Khayat RedOne, produser musik Swedia Kelahiran Maroko pada tahun 2005. Setelah RedOne pindah ke New York tahun 2006, ia pergi ke Amerika Serikat dan memasuki industri musik di sana. Ia menjadi produser rekaman dengan penyanyi R&B asal Amerika Kat DeLuna. Maher memutuskan untuk kembali ke Swedia dan berpindah karir menjadi seorang penyanyi dan penulis lagu yang bernafaskan islami serta religius. Banting haluan jadi musisi religi Pada bulan Januari 2009, Maher bekerjasama dengan perusahaan musik islam Awakening Records dan mulai membuat proyek album perdananya dan akhirnya pada tanggal 1 November 2009, album perdana Maher dirilis dengan nama Thank You Allah. Album tersebut berisi 13 lagu dengan 2 lagu tambahan. Album ini dirilis kembali dalam versi perkusi dan versi bahasa Prancis yang ada di salah satu lagu tersebut. Menurut Maher, ia memeluk Islam pada akhir tahun 2007, tepatnya bulan Ramadhan. “Sebelumnya saya sangat tersesat dan serba bingung. Saya mulai mempertanyakan hal-hal seperti kenapa kita ada di dunia ini? Apa yang harus kita lakukan di sini? Apa tujuan kita hidup?” tuturnya. “Saya juga banyak berpikir tentang kematian, tentang kehilangan orang tua dan saudara-saudara. Banyak sekali pikiran gila yang berkecamuk di benak saya, dan saya yakin banyak juga orang yang mengalami hal seperti ini. Ditambah lagi saat itu saya berada di lingkungan yang buruk, dikelilingi teman-teman yang buruk pula. Alhamdulillah setelah saya memutuskan untuk memeluk Islam, saya mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Sedikit demi sedikit saya mulai memahami.” Lantas apa yang ia dapatkan setelah memeluk Islam? “Setelah saya memeluk Islam, saya sadar bahwa banyak sekali yang bisa saya bagikan kepada anak-anak muda seusia saya dan yang berada di situasi yang sama dengan saya. Saya ingin bisa menginspirasi mereka. Karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan industri musik pop dan memilih jalan ini,” ujarnya lagi. Orang yang religius Sebagai penyanyi lagu religi, Maher mengaku sebagai seorang yang religius. “Tapi apa sih definisi religius itu? Shalat, puasa, tentu saya jalankan. Tapi bagi saya Islam adalah jalan hidup. Bukan sesuatu yang saya jalankan sebagai sampingan. Islam is the way I’m living. Berbuat baiklah pada sesama, hormati semua orang, jangan pernah sakiti orang tuamu bahkan dengan satu kata, apa pun yang diajarkan Islam, semuanya adalah hal yang baik. This is what Islam is for me and I’m trying to live it everyday,” ujar Maher. Maher saat ini tinggal di Swedia. Menurut Maher, tentu saja agak lebih sulit dibandingkan muslim yang tinggal di Indonesia atau negara lain yang mayoritasnya pemeluk Islam. “Tapi alhamdulillah Islam sudah mulai berkembang di Swedia. Anak-anak muda muslim di sana sudah bisa memberi gambaran seperti apa Islam yang sesungguhnya dan orang-orang di sana pun sudah bisa melihatnya. Tentunya masih ada yang berpandangan negatif, tapi kami berusaha selalu mentolerir,” terangnya lagi. [] Siapa yang tidak kenal dengan Maher Zain? Hampir semua umat muslim di Indonesia mengenal sosok musisi luar negeri yang melantunkan berbagai tembang Islami dalam berbagai bahasa tersebut. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata Maher Zain merupakan seorang mualaf. Lahir dengan nama lengkap Maher Mustafa Maher Zain, mualaf berwajah tampan ini merupakan seorang penulis lagu sekaligus produser musik. Pria asal Swedia berdarah Lebanon itu pun berhasil mengangkat kembali lagu Islami sehingga banyak diminati oleh berbagai kalangan. Maher Zain sendiri baru pindah ke swedia pada usia 8 tahun dan berpendidikan terakhir sebagai seorang sarjana teknik penerbangan. Setelah lulus, ia kemudian bekerja di industri musik bersama dengan Nadir Khayat RedOne pada tahun 2005. Saat RedOne pindah lokasi ke Amerika, Maher juga ikut ke Amerika dan menjadi produser rekaman seorang penyanyi R&B Amerika bernama Kat DeLuna. Setelah beberapa lama, di tahun 2009 Maher Zain kemudian memutuskan untuk kembali ke Swedia dan bekerjasama dengan perusahaan musik islam Awakening Records hingga sekarang ini. Dari keterangan Maher Zain, dirinya mengenal Islam dan memutuskan menjadi mualaf pada tahun 2007, tepatnya di bulan Ramadhan. “Sebelumnya saya sangat tersesat dan serba bingung. Saya mulai mempertanyakan hal-hal seperti kenapa kita ada di dunia ini? Apa yang harus kita lakukan di sini? Apa tujuan kita hidup?” tuturnya. “Saya juga banyak berpikir tentang kematian, tentang kehilangan orang tua dan saudara-saudara. Banyak sekali pikiran gila yang berkecamuk di benak saya, dan saya yakin banyak juga orang yang mengalami hal seperti ini. Ditambah lagi saat itu saya berada di lingkungan yang buruk, dikelilingi teman-teman yang buruk pula. Alhamdulillah setelah saya memutuskan untuk memeluk Islam, saya mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Sedikit demi sedikit saya mulai memahami.” lanjutnya Setelah menjadi seorang muslim, Maher Zain mendapatkan kesadaran bahwa banyak yang harus ia bagikan kepada anak muda, terutama berupa nilai-nilai Islam. “Setelah saya memeluk Islam, saya sadar bahwa banyak sekali yang bisa saya bagikan kepada anak-anak muda seusia saya dan yang berada di situasi yang sama dengan saya. Saya ingin bisa menginspirasi mereka. Karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan industri musik pop dan memilih jalan ini,” ujarnya lagi. Maher Zain pun mengaku sebagai orang yang religius. Karena sesungguhnya religius yang dimaksudnya adalah senantiasa menunaikan apa yang menjadi kewajiban muslim seperti shalat dan puasa. Tak hanya itu saja ia juga merasa Islam adalah jalan hidupnya. “Tapi apa sih definisi religius itu? Shalat, puasa, tentu saya jalankan. Tapi bagi saya Islam adalah jalan hidup. Bukan sesuatu yang saya jalankan sebagai sampingan. Islam is the way I’m living. Berbuat baiklah pada sesama, hormati semua orang, jangan pernah sakiti orang tuamu bahkan dengan satu kata, apa pun yang diajarkan Islam, semuanya adalah hal yang baik. This is what Islam is for me and I’m trying to live it everyday,” ujar Maher. Meski kini ia tinggal di Swedia yang notabene umat muslimnya masih sedikit, namun Maher Zain tetap bersyukur karena sudah mulai banyak anak muda yang memberikan gambaran tentang Islam yang sebenarnya. “Tapi alhamdulillah Islam sudah mulai berkembang di Swedia. Anak-anak muda muslim di sana sudah bisa memberi gambaran seperti apa Islam yang sesungguhnya dan orang-orang di sana pun sudah bisa melihatnya. Tentunya masih ada yang berpandangan negatif, tapi kami berusaha selalu mentolerir,” pungkasnya. Baca Juga Menjadi Mualaf, Marcell Siahaan Lebih Banyak Belajar Dan Bisa Berkomunikasi Dengan Banyak Orang Jakarta, - Penyanyi sekaligus produser musik Maher Zain baru saja merilis single terbaru bertajuk "Antassalam". Lagu terbarunya itu sudah ada di berbagai platform musik hingga YouTube. "Antassalam" memiliki makna yaitu Allah yang diceritakan oleh Maher Zain sebagai bentuk kepasrahan diri di tengah pandemi COVID-19. Penyanyi berusia 38 tahun itu terinsipirasi dari pengalaman batinnya sendiri selama ini. Melalui channel YouTube Awakening Music, video klip bertajuk "Maher Zain - Antassalam Official Video Ramadan 2020" telah mendapatkan 2,8 juta penonton sejak tayang perdana pada 2 Mei 2020. "Kami selalu berencana untuk merilis lagu di bulan Ramadan. Lagu ini akan menjadi istimewa karena selalu mengingatkan kita tentang masa-masa sulit yang dihadapi dunia kita karena situasi COVID-19," ujar Zain, kepada Anadolu Agency yang dikutip dari Daily Sabah, Sabtu 23/5/2020. Single lagu "Antassalam" yang berarti "Tuhanmu damai" dirilis pada 2 Mei 2020. 16 Mei, ia merilis lagu bertajuk "Asma Allah Alhusna" yakni 99 nama-nama Allah yang terindah. "Saya selalu ingin merekam Asma Allah Alhusna 99 Nama Terindah Allah - dengan melodi abadi indah yang dikarang oleh Sayed Mekawy. Sejak saya memulai hubungan kembali dengan iman sekitar 12 tahun yang lalu," tulisnya di YouTube. "Ramadan ini, sementara menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada biasanya, karena semua masjid dan yang lainnya telah ditutup akibat pandemi COVID-19. Saya akhirnya memutuskan untuk merilis lagu sebagai bentuk hadiah kecil dari saya untuk kalian semua di bulan Ramadan. Saya harap kalian menyukainya. Tolong ingat saya dan keluarga saya dalam lanunan doa-doa kalian. Ramadan Mubarak!" tambahnya. Penyanyi kelahiran 16 Juli 1981 yang bisa bernyanyi dalam tujuh bahasa, termasuk Turki, Arab dan Prancis menjelaskan alasan di balik ia membuat video klip serta lagu "Antassalam". "Kami merasa perlu mencoba menghibur masyarakat dan membantu mereka tetap positif serta mengingatkan mereka bahwa suatu hari semua ini akan berakhir dan kita bisa kembali normal lagi insyaAllah!" tulisnya. Suami dari Aicha Ameziane ini mengatakan selama bulan Ramadan menerapkan physical distancing dan tetap berada di rumah. Penulis lagu asal Swedia keturunan Lebanon ini tetap menjalankan puasa dan yakin bisa melewati ini semua. "Tidak ada keraguan saya lewatkan dari tradisi seperti salat tarawih di masjid-masjid dan berbincang dengan orang-orang yang belum pernah saya lihat sementara waktu ini. Berbuka puasa dengan keluarga dan teman-teman tak kalah pentingnya dengan kunjungan tahunan ke Madinah yang sangat saya cintai! Alhamdulillah atas berkah Ramadan!" ujarnya. Pelantun "Insha Allah" mengatakan ia mencoba untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, yaitu membersihkan atau memperbaiki beberapa hal di rumahnya, serta mengejar beberapa lagu yang dikerjakan di studio musiknya. Selain single Ramadan "Antassalam" dan "Asma Allahul Husna", Zein tengah mengerjakan single lain yang nantinya akan dirilis pada bulan mendatang jika tidak mengalami kendala. "Saya rindu melihat dan bernyanyi bersama dengan penggemar saya di seluruh dunia, tetapi tetap aman adalah hal yang penting bagi kita semua sekarang, jadi kami segera bertemu satu sama lain lagi insyaAllah," tambahnya. Di tengah pandemi COVID-19, Zein selalu mengonsumsi makanan sehat dan berusaha mempertahankan gaya hidup sehat dengan melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh.